Home > Phenomenon > Gang Cirebon

Gang Cirebon

CAUTION!

Before reading this whole post, you really should notice that this is just a story about an alley in Cirebon. REMEMBER! Not that I confess that Cirebon is just an alley, like you* guys always mocked around about.

*) you refer to you-know-who… -could-be-you-who-ever-insult-me-and-my-beloved-Cirebon

Cerita ini sebetulnya uda terjadi lama sekali, waktu SMA mungkin, tapi tadi siang tiba-tiba teringat lagi. Entitas yang terlibat dalam cerita ini ada dua. Pertama Ibu saya, dan kedua lingkungan rumah saya di Cirebon. Oke, saya bakal deskripsikan secara singkat tentang kedua entitas ini.

Pertama tentang Ibu saya, yang agak ajaib (like mother like daughter?). Beliau ini asli orang Solo yang katanya lemah lembut tapi kalo berbicara dalam situasi apapun selalu dalam desibel yang berlebihan. Hoho… Karena ini juga Ibu saya selalu disegani di lingkungannya. Gak di lingkungan rumah, di rumah sakit (she’s a doctor), atau di bank (she loves handling money).

Kedua tentang lingkungan rumah saya di Cirebon. Saya bakal sewot dan mencak-mencak kalo ada yang bilang kota Cirebon itu desa atau gang! Tapi untuk yang udah pernah ke rumah saya dan menghina lokasi rumah saya seperti di kampung atau gang… I have nothing to deny. Huhuw… Rumah boleh di tengah kota…, tapi lokasi perumahan saya diapit 2 pekuburan, kuburan Jabang Bayi dan kuburan Cina. Samping kiri kanan rumah saya masih lapangan ilalang gak keurus. Jalan depan rumah boleh besar, tapi berbatu-batu, dan bagian samping dan belakang rumah terdiri dari gang-gang kecil yang kondisi rumah-rumahnya memang sedikit memprihatinkan. Sebetulnya alamat asli rumah saya ada di Gang Garmini…, tapi saya sering ga rela mengakui jalan depan rumah saya itu gang (karena BESAR) dan alih-alih saya jadi mendompleng nama jalan besar di dekat rumah yaitu Jalan Kesambi. Hoho… bolehlah… secara kan jarak rumah saya ke Jalan Kesambil cuma beda 1 lapangan ilalang dan 1 rumah.

Jadi, apa kaitan antara Ibu dan lingkungan rumah saya? Kaitannya ada pada dua poin juga. Yaitu DISEGANI dan GANG. Bisa menebak? Ya begitulah… once upon a time, jalan setapak tepat di samping rumah saya diperlebar (menjadi gang, bravooo…) dan ingin diberi identitas resmi. Terus apa hubungannya sama Ibu saya yang disegani satu RT RW? Haha… you’re right if you guess that ketua RT asked permission for my mother’s name to be the alley’s! Gyahaha…!!! Kocak banget!! Gak kebayang bakal ada plang di sebelah rumah bertuliskan:

Gang Sawitri

Hwahaha!!! Untungnya Ibu saya menolak penghormatan itu dan akhirnya Pak RT menyerah dan memberi nama gang itu seperti nama gang-gang normal lainnya (saya lupa sih namanya apa, hihiy…). Yaaa kalo saya yang ditawari juga saya bakal menolaklah. Secara Lha wong cuma buat nama gang yang panjangnya cuma sejengkal kok! Kalo ditawarin jadi nama jalan tol Cirebon mah gak bakal nolak kali ya?? Hihiy… Haduu haduuu… Ibu saya segitu ditakutinya ya? Tapi… kenapa nama itu gak ditawarin buat Bapak saya ya? Padahal jelas-jelas Bapak saya punya gelar sarjana yang lebih panjang dan pangkat militer yang lumayan tinggi. Hihiy… Mungkin orang-orang juga tau kalo Ibu saya juga sangat disegani sama Bapak saya yang notabene udah makan garam 27 tahun mendengar suara berdesibel Ibu saya. Hwahaha…

Categories: Phenomenon
  1. July 23, 2007 at 10:48 am | #1

    hohoho …
    kali ini kita senasib bond ..
    klo nulis alamat, saya selalu harus nambahin embel-embel Gang SGB .. padahal di depan rumah saya ada jalan aspal yang jauh lebih bagus dari jln cisitu …

  2. febrian
    July 23, 2007 at 12:18 pm | #2

    ada jalan Dini Armyta ???$%$#@@#

    oh my God…

  3. adywicaksono
    July 23, 2007 at 1:22 pm | #3

    maksudnya apa tuh secara dicoret? Tapi jalan paling ok tuh jalan rumahku, namanya jl. sampurna…. sempurna banget gak tuh

  4. js
    July 24, 2007 at 8:44 am | #4

    Ibu Sawitri… tadinya saya kepengin kenalan sama ibu, tapi desibel berlebihan? uuu jadi segan hiks hiks.

  5. July 25, 2007 at 11:30 am | #5

    Kalau sampai ada Jl. diBond…
    Kasian Jl, Soekarno-Hatta, Jl. Sudirman, Jl. Ahmad Yani, dkk…

    Peace Mbak!!!

  6. July 26, 2007 at 12:16 pm | #6

    >> adywicaksono
    Gak ada lo gak rame…

    >> js
    Hehe… tenang mbak JS. Itu cuma kebiasaan aja kok, bukan berarti galak. Ayo dong kenalan, lamar aku. Loh?

    >> reiSHA
    Iya juga. Kasian jalan2 besar itu. Pamornya bakal meredup karena Jl. diBond yg melegenda.

  1. No trackbacks yet.